Langsung ke konten utama

My Idol


MY IDOL

Hay guys, see with me again Vrian. Now, I want tell you about my idol. Well…Actually my idol is my parent, my mother and my father. They are my super idol because they are sacrificing their life to take care of me and my brother. However, in this case I want to tell you about another idol that can change my life into the better. She is Oki Setiana Dewi. Do you familiar with her? Yeah she is a writer, artist and muslimah motivator. She is born on January 13rd 1989 in Batam. She is beautiful woman and she is generous woman.

There are many reasons why she becomes my idol. Her life experiences make me to become a 
better woman every day.  She makes me amazed because she is very terrific muslimah. She started her career when she played a religious film “Ketika Cinta Bertasbih”. She is awesome because she has natural beauty. She is covering her body with hijab perfectly.  She inspired me to wear the syari hijab. However, I do not imitate her appearance yet. At least, I am still trying to make my appearance like her. I want to be like her. Therefore, I can become a career girl but I can “flap my hijab”.
She is also a religious and strong woman. Before she covered her body with hijab she had played in many FTV but she was resigned. It was because the producer did not let her to wear the hijab. However, she kept her decision to wear the hijab.  Then she is inspired me because she is a strong woman. When she decided to wear hijab, her mother was suffering a dangerous disease. She wanted to be nearer with Allah so she did that. By doing it in the sake of Allah, she hoped that her mother could cure from the disease. It is same with me. When I was in the first semester I got a complicated problem. I tried to be nearer with Allah by covering myself with hijab without releasing again. I want to make my hijab is a necessity. 
Although she is a woman, she is fighting to have high degree education. She graduated from Humanities Faculty of Indonesia University and she also graduated from Jakarta State University. She is not only studying in formal education but also studying about Islam. It is motivating me to learn about Islam more because my knowledge about Islam is still not too much. I want to get achievement like her.
The last, I am amazed with the way she gets a spouse. She got married with Ory Vitrio (Rio). They got married without haram relationship. It is called taaruf.  It is inspiring me to do the same. I want to have a husband without the relationship before marriage. However, it is difficult to me to imitate it. However, she reminds me to always remember about the limitation to socialize with a male. Yeah I hope we can keep istiqomah because we do not know about our fate. Maybe, I am still so far to compare with Oki setiana Dewi. I can’t as perfect as her but I always do it as possible. Now I can smile no matter what a problem is. Like her, she always smiles in all situations even the worst situation. I hope I can to be like her, not only beauty outside but beauty insideJ.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan yang Kudambakan

Setelah sekian lama mengumpulkan niat untuk nulis blog akhirnya terlaksana juga hari ini. Sudah sangat banyak kejadian yang aku alami di India ini. Hari ini tepat di penghujung bulan agustus, artinya hanya tinggal beberapa bulan lagi aku akan kembali ke Indonesia insyaAllah. Fikiranku tak pernah berhenti untuk terus membayangkan pulang bertemu dengan keluarga dan teman-teman. Selama beberapa bulan terakhir aku kembali menemukan betapa berjasanya internship ini untukku. Tepat pada bulan Mei aku terpaksa harus pindah dari tempat tinggal aku yang sudah dipilihkan oleh aiesec. Aku semakin tak betah dengan kondisi ruangan yang harus berbagi dengan 2 orang lainnya dalam 1 kamar. Rumah itu hanya memiliki 1 ruang tamu yang telah dialihfungsikan sebagai kamar untuk 2 orang, kemudian 1 kamar tidur dengan 3 orang didalamnya belum lagi dengan penghuni baru yang selalu telponan dari pagi sampai tengah malam membuat waktu istirahatku makin tak karuan. Ditambah dengan landlord yang setengah gil...

Menantang atau Susah?

Singkat cerita aku dulu udah pindah dari flat yang dipilihkan oleh aiesec karena tempatnya yang kurang nyaman, aku akhirnya pindah di suatu keluarga muslim untuk menyewa 1 kamarnya dari bulan Mei. Disaat sudah mulai nyaman, Allah mulai memberiku bumbu-bumbu tantangan lagi di India ini. Pemilik dari flat tersebut akan menjual rumahnya, otomatis aku pun harus segera pindah. Salah satu teman merekomendasikan suatu tempat yang bisa aku tinggali. Aku langsung hubungi pemiliknya dan langsung cek ke tkp. Tempatnya cukup bersih dan aku hanya berdua dalam satu kamar. Tapi dasar memang dia otak bisnis curang dia bilang kalau dia tinggal sendirian di ruang tamu, dan ada 1 kamar lagi dihuni oleh 4 orang. Tepat tanggal 17 september, aku pun pindah. Namun semua tak sesuai kenyataan. Ternyata yang tinggal dalam rumah itu ada 9 orang. 4 orang dikamar belakang, aku dan 1 orang lagi di kamar depan, dan masih ada 3 orang yang tidur di ruang tamu. Memang itu bukan masalah yang besar, tapi ada masalah ya...

Welcome to Mumbai, the Craziest City of India!

Hari pertama aku menginjakan kaki di sekolah ini RBK International School, terkagum-kagum sih bangunannya gede, tinggi, ada liftnya, padahal dulu nih jaman SMK pengen nyobain lift aja harus ke RS pertamina dan rasanya pusing gitu haha orang macam apa aku ini yah. ditambah murid-muridnya sangar-sangar banget bahasa inggrisnya bahkan anak TK ngobrolnya pake bahasa Inggris dan aku cuma berdoa semoga mereka gak lebih pinter dari aku sebagai guru mereka hahaha aku berkenalan dengan banyak guru, mereka sangat welcome tapi aku belum merasakan kenyamanan disini, aku mempunyai banyak masalah terutama untuk beradaptasi. Terkadang mereka membuatku gila karna mereka bicara sangat cepat dengan aksen khasnya. Kadang saat istirahat kepalaku makin pusing karna mereka mengobrol dengan Bahasa hindi yang sama sekali aku tak tahu, saat mereka tertawa karna mungkin ada hal yang lucu, aku hanya diam karna gak tau mereka ngomong apa. Aku juga mempunyai masalah dengan makanan disini, bukan masalah pedasnya ...