Langsung ke konten utama

THEORETICAL LOVE


THEORETICAL LOVE

Really hurt to remind
A mortal tales and fake promise
Theoretical Love…
You said that I was special
You loved me immortal
I was lovely gift
You are willing to do anything
Sacrificing your life for me only
Theoretical love…

Lying…
It is just conditional love
You never accept me just the way I am
Let me screaming and crying every day
Because of you
Call it the theoretical love

You left me
Go back word and forgot it
Because of one reason
It is my past that you bob up and down

I ran away from you
Hoping you caught me
Hoping you proved all promises
Not only the theoretical love

For long time I've been waiting
I tried to erase you
Then you came back to me
Coming and saying you would forget me
Where was your heart?
Where?
You let me waiting for long time
And hoping you’re responsible with promises
But it was theoretical love

Now, I have forgiven
Come to terms with
Because I’m not a perfect girl
But I won’t have the theoretical love
  
Later, you gave me words
Saying you never go with me again
Why?
Why you said it while I remember the words
“I will forget you”
I wanna run away from you
The girl like me is not needed by you
I can’t face you
I am not perfect but I try to the better every minutes

I take wisdom
I believe you will find the better
Get your need
So do I
But I doubt you will get it
If you still have the insolence

You said you never know about our future
Whether with you or not
I never regret to know you
On the other hand
I really hope we are never allied again
I hope God created you not for me

You have died, have disappeared
With an epitaph in my deep heart
You are another person now
Who just known by me
It is about theoretical love
That’s you made for me








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan yang Kudambakan

Setelah sekian lama mengumpulkan niat untuk nulis blog akhirnya terlaksana juga hari ini. Sudah sangat banyak kejadian yang aku alami di India ini. Hari ini tepat di penghujung bulan agustus, artinya hanya tinggal beberapa bulan lagi aku akan kembali ke Indonesia insyaAllah. Fikiranku tak pernah berhenti untuk terus membayangkan pulang bertemu dengan keluarga dan teman-teman. Selama beberapa bulan terakhir aku kembali menemukan betapa berjasanya internship ini untukku. Tepat pada bulan Mei aku terpaksa harus pindah dari tempat tinggal aku yang sudah dipilihkan oleh aiesec. Aku semakin tak betah dengan kondisi ruangan yang harus berbagi dengan 2 orang lainnya dalam 1 kamar. Rumah itu hanya memiliki 1 ruang tamu yang telah dialihfungsikan sebagai kamar untuk 2 orang, kemudian 1 kamar tidur dengan 3 orang didalamnya belum lagi dengan penghuni baru yang selalu telponan dari pagi sampai tengah malam membuat waktu istirahatku makin tak karuan. Ditambah dengan landlord yang setengah gil...

Menantang atau Susah?

Singkat cerita aku dulu udah pindah dari flat yang dipilihkan oleh aiesec karena tempatnya yang kurang nyaman, aku akhirnya pindah di suatu keluarga muslim untuk menyewa 1 kamarnya dari bulan Mei. Disaat sudah mulai nyaman, Allah mulai memberiku bumbu-bumbu tantangan lagi di India ini. Pemilik dari flat tersebut akan menjual rumahnya, otomatis aku pun harus segera pindah. Salah satu teman merekomendasikan suatu tempat yang bisa aku tinggali. Aku langsung hubungi pemiliknya dan langsung cek ke tkp. Tempatnya cukup bersih dan aku hanya berdua dalam satu kamar. Tapi dasar memang dia otak bisnis curang dia bilang kalau dia tinggal sendirian di ruang tamu, dan ada 1 kamar lagi dihuni oleh 4 orang. Tepat tanggal 17 september, aku pun pindah. Namun semua tak sesuai kenyataan. Ternyata yang tinggal dalam rumah itu ada 9 orang. 4 orang dikamar belakang, aku dan 1 orang lagi di kamar depan, dan masih ada 3 orang yang tidur di ruang tamu. Memang itu bukan masalah yang besar, tapi ada masalah ya...

Welcome to Mumbai, the Craziest City of India!

Hari pertama aku menginjakan kaki di sekolah ini RBK International School, terkagum-kagum sih bangunannya gede, tinggi, ada liftnya, padahal dulu nih jaman SMK pengen nyobain lift aja harus ke RS pertamina dan rasanya pusing gitu haha orang macam apa aku ini yah. ditambah murid-muridnya sangar-sangar banget bahasa inggrisnya bahkan anak TK ngobrolnya pake bahasa Inggris dan aku cuma berdoa semoga mereka gak lebih pinter dari aku sebagai guru mereka hahaha aku berkenalan dengan banyak guru, mereka sangat welcome tapi aku belum merasakan kenyamanan disini, aku mempunyai banyak masalah terutama untuk beradaptasi. Terkadang mereka membuatku gila karna mereka bicara sangat cepat dengan aksen khasnya. Kadang saat istirahat kepalaku makin pusing karna mereka mengobrol dengan Bahasa hindi yang sama sekali aku tak tahu, saat mereka tertawa karna mungkin ada hal yang lucu, aku hanya diam karna gak tau mereka ngomong apa. Aku juga mempunyai masalah dengan makanan disini, bukan masalah pedasnya ...